Tujuan diseksi kelenjar getah bening aksila rutin pada kanker payudara adalah untuk mengangkat kelenjar getah bening metastasis, menentukan stadium, memperkirakan prognosis, dan mengembangkan rencana pengobatan yang komprehensif. Dalam beberapa tahun terakhir, biopsi kelenjar getah bening anterior pada kanker payudara telah menjadi salah satu topik hangat penelitian karena dapat menilai status kelenjar getah bening aksila secara akurat, memaksimalkan fungsi anggota tubuh bagian atas yang terkena, mengurangi terjadinya limfoedema dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kelenjar getah bening anterior pada kanker payudara adalah kelenjar getah bening pertama yang menerima drainase limfatik dari area tumor dan kelenjar getah bening pertama yang bermetastasis. Jika kelenjar getah bening ini tidak bermetastasis, kemungkinan kelenjar getah bening lainnya bermetastasis sangat rendah, diperkirakan 5% atau kurang. Penggunaan biopsi kelenjar getah bening sentinel untuk memprediksi adanya metastasis pada kelenjar getah bening aksila dapat menghindari pembedahan pembersihan kelenjar getah bening aksila tanpa metastasis, mengurangi komplikasi pasca operasi seperti oedema refluks limfatik dan nyeri pada tungkai yang terkena, menyederhanakan prosedur pembedahan, mempersingkat waktu operasi, dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara. American Society of Clinical Oncology telah menganalisis studi klinis lebih dari 10.000 kasus dan hasilnya menunjukkan bahwa sensitivitas SLNB berkisar antara 71% hingga 100%, dengan tingkat negatif palsu rata-rata 8,4%. Biopsi kelenjar getah bening sentinel untuk kanker payudara stadium awal tanpa pembesaran kelenjar getah bening yang teraba di aksila telah menjadi rekomendasi umum dalam pedoman pengobatan kanker payudara.