Sejak awal musim dingin, banyak orang lanjut usia yang melaporkan rasa gatal, baik yang terlokalisasi maupun di seluruh tubuh mereka, dan bahkan telah mencari bantuan dokter kulit karena rasa gatal yang tak tertahankan. Jadi, apakah gatal yang mengganggu para lansia sedemikian rupa? Sebenarnya, kulit gatal pada lansia merupakan perubahan fisiologis yang terjadi ketika seseorang memasuki usia lanjut. Ada banyak penyebab kulit gatal pada lansia, terutama terkait dengan aspek-aspek berikut ini, pertama, kondisi fisiologis lansia, pengurangan bertahap air yang melekat di dalam tubuh dan di dalam sel, dan munculnya kehilangan air fisiologis kronis, menyebabkan kulit kering dan peningkatan keriput. Kulit rentan terhadap rangsangan oleh perubahan lingkungan sekitar, baik panas maupun dingin, dan karenanya rentan menyebabkan rasa gatal terjadi. Kedua, juga terkait dengan kebiasaan hidup. Beberapa orang lanjut usia suka mandi dengan air panas, dan jumlah mandi yang terlalu sering, ditambah dengan penggunaan sabun alkali, sehingga kulit yang sudah kering kehilangan sebum pelembabnya dan muncul gejala kulit gatal-gatal. Jadi, apa sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki situasi ini? Tidaklah sulit, pertama, menghindari menggaruk, menggosok, dan air panas untuk menghentikan rasa gatal, dan kedua, mengoleskan pelembab topikal untuk menjaga kulit tetap lembab dan mencegah timbulnya rasa gatal. Jika Anda masih mengalami gatal-gatal yang tidak terkendali, maka Anda dapat mencari bantuan dokter kulit profesional untuk menyingkirkan beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan kemudian mengambil antihistamin oral untuk membantu menghentikan gatal-gatal dan meningkatkan kualitas hidup Anda.