Wharry LI dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, AS, baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel di World J Surg yang mengeksplorasi apakah USG dan sitologi tusukan dapat mendeteksi keganasan pada nodul tiroid ≥4 cm. Mereka memasukkan total 382 nodul dari 361 pasien dan menemukan tingkat keganasan sebesar 22% (83 nodul). Ada atau tidak adanya tanda-tanda keganasan USG tidak membantu mengidentifikasi jinak atau ganas. Dari 86 nodus tanpa tanda-tanda keganasan USG, tingkat keganasan sebenarnya mencapai 20%. Dari nodul dengan hasil aspirasi jarum halus jinak, tingkat keganasannya juga 10,4%. Oleh karena itu, para penulis menyimpulkan bahwa baik USG maupun sitologi aspirasi tidak dapat secara efektif membedakan antara nodul tiroid jinak dan ganas ≥4 cm sebelum operasi. Semua pasien ini harus menjalani tiroidektomi.