Diet pasca pencangkokan bypass arteri koroner

Faktor risiko penyakit jantung koroner: usia (usia lanjut, dengan kecenderungan ke arah usia yang lebih rendah), jenis kelamin (lebih sering terjadi pada pria), riwayat keluarga, hipertensi, merokok, hiperlipidemia, diabetes, faktor psikologis, obesitas.  Empat pilar kesehatan: pola makan yang tepat, olahraga ringan, berhenti merokok dan minum alkohol, dan keseimbangan psikologis.  Pola makan sehat: merah, kuning, hijau, putih, hitam 1. Merah: anggur merah, 50-100ml setiap hari; tomat. 2. Kuning: sayuran kuning, biji-bijian (wortel, ubi jalar, labu, jagung, dll.).  3. Hijau: sayuran berdaun hijau, teh hijau (hindari teh kental). 4. Putih: tepung gandum, oatmeal.  5. Hitam: jamur hitam (“aspirin” makanan).  Berhenti merokok: Merokok saja dapat menyebabkan penyumbatan “jembatan”. Berinisiatiflah untuk berhenti merokok dan hindari perokok pasif pada saat yang bersamaan. Merokok 1-9 batang sehari 1,7 kali lebih mungkin menyebabkan infark miokard akut daripada biasanya, 10-19 batang sehari 2,4 kali lebih mungkin dan lebih dari 20 batang sehari 6,3 kali lebih mungkin.  Pembatasan alkohol: 15 gram alkohol per hari (25 ml anggur putih 60 derajat, 300 ml bir).  Program latihan: fase awal, fase peningkatan, fase pemeliharaan 1. Fase awal: 10 minggu, termasuk peregangan, senam, jalan kaki, perawatan diri, dan latihan aerobik intensitas rendah lainnya. 2. Fase peningkatan: 10-26 minggu, pekerjaan rumah tangga, joging, olahraga dalam waktu yang lebih lama jika diperlukan. 3. Fase pemeliharaan: kembali ke kondisi normal dan tetap berolahraga.  Tips kehidupan pasca operasi: jangan begadang, jangan mandi dalam waktu lama di kolam air panas dan sauna, jangan bermain kartu dalam waktu lama, jangan melakukan pekerjaan fisik yang berat, jangan melakukan pekerjaan yang kompetitif, jangan mengalami perubahan suasana hati atau sangat marah.