Penyakit menular disebabkan oleh patogen patogen, termasuk virus dan bakteri, yang menyebabkan penyakit pada orang yang rentan melalui kontak sehari-hari. Leukosis bukanlah penyakit menular karena tidak disebabkan oleh kontak langsung dengan patogen, sehingga bukan merupakan penyakit menular. Oleh karena itu, ini bukan penyakit menular. Oleh karena itu, tidak perlu panik atau menjauhkan diri dari penderita leukosis dalam kehidupan sehari-hari. Setelah menderita leukosis, pasien mungkin mengalami gejala seperti sariawan, lesi kulit, dan lesi mata yang meradang. Namun, karena penelitian tentang leukoaraiosis belum terlalu jelas, penyebab dan patogenesis penyakit ini masih belum jelas. Leukoaraiosis mungkin terkait dengan faktor genetik, seperti antigen leukosit manusia. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa timbulnya leukoaraiosis berkaitan dengan kelainan pada respons imun tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Sebagai contoh, infeksi tuberkulosis menginduksi kelainan pada respons imun tubuh sehingga menyebabkan leukoaraiosis, bukan disebabkan oleh infeksi langsung Mycobacterium tuberculosis. Meskipun leukoaraiosis tidak menular, namun dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya, sehingga pasien perlu diobati secara aktif dengan obat-obatan yang umum digunakan, seperti kolkisin, thalidomide, glukokortikoid, dan lain-lain. Selain itu, pasien perlu menjalani pemeriksaan rutin dan lebih memperhatikan perubahan mereka sendiri untuk menghindari kambuhnya penyakit.