Meskipun variasi diurnal glukosa darah pada orang normal dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun dapat diatur oleh saraf, endokrin dan hati untuk menjaga glukosa darah tetap stabil dalam kisaran 3,9 hingga 7,8. Kurang makan dan/atau terlalu banyak makan, keduanya dapat menyebabkan glukosa darah rendah. Pada orang dewasa tanpa diabetes tipe 2, glukosa darah di bawah 2,8 mmol/L disebut hipoglikemia dan dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak nyaman, sedangkan pada penderita diabetes, glukosa darah di bawah 3,9 mmol/L didiagnosis sebagai hipoglikemia. Mengapa penderita diabetes, yang sering mengalami peningkatan gula darah, menjadi hipoglikemik lagi? Makan yang tidak benar, olahraga dan pengobatan, semuanya dapat menurunkan gula darah secara berlebihan. Hipoglikemia parah dapat mengancam jiwa, jadi penderita diabetes tidak hanya harus mencegah gula darah yang berlebihan, tetapi juga tidak mengabaikan hipoglikemia. Hipoglikemia bisa terjadi kapan saja, dan jika tidak segera ditangani, konsekuensinya tidak terbayangkan. Dalam pekerjaan klinis, kita sering menjumpai pasien yang mengalami koma akibat hipoglikemia, dan beberapa pasien tidak dapat bangun setelah kejadian hipoglikemik yang lama, dan akhirnya harus hidup dalam keadaan “vegetatif”. Oleh karena itu, pasien diabetes harus membawa permen, biskuit dan makanan lain untuk mencegah episode hipoglikemik dan kartu bantuan pasien untuk memfasilitasi resusitasi tepat waktu.