Pertimbangan diet untuk kerusakan ginjal interstitial?

Nefritis interstitial adalah sekelompok penyakit yang ditandai dengan atrofi tubulus, fibrosis interstitial dan berbagai tingkat infiltrasi seluler. Mekanisme kerusakan ginjal interstisial dapat melibatkan cedera kekebalan, infeksi, toksisitas, gangguan metabolik, obstruksi mekanis aliran kemih dan faktor genetik. Manifestasi klinis utama adalah gangguan fungsi tubulus ginjal, dan pada tahap selanjutnya, gagal ginjal kronis. Pencegahan cedera ginjal interstisial: 1. Pengendalian penyakit Pasien dengan penyakit sistemik rentan terhadap komplikasi nefritis interstisial, sehingga penting untuk mengendalikan penyakit tersebut untuk mencegah nefritis interstisial. Para ahli menunjukkan bahwa penyakit sistemik meliputi lupus eritematosus sistemik, sindrom kering, penyakit nodular, krioglobulinemia primer, dan gangguan hematologi seperti mieloma multipel, hemoglobinuria paroksismal, gangguan limfoproliferatif, dan penyakit sel sabit. 2. Pencegahan infeksi Infeksi bakteri merupakan penyebab penting dari nefritis interstitial, seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Corynebacterium diphtheriae, Mycoplasma, sifilis, brucellosis, penyakit Legiuner, antigen virus hepatitis B, cytomegalovirus, demam tifoid, campak, dan lain-lain. Oleh karena itu, pencegahan infeksi, yaitu pencegahan nefritis interstitial. 3. Isolasi logam Beberapa data menunjukkan bahwa orang yang terpapar logam berat dalam jangka panjang (kadmium, litium, aluminium, emas, berilium, dll.) lebih rentan terhadap nefritis interstitial daripada orang normal. Ahli nefrologi menekankan bahwa pencegahan nefritis interstitial memerlukan perhatian terhadap isolasi logam berat.