Insiden kanker ginjal relatif rendah, tetapi kanker ginjal bersifat imunogenik dan imunoterapi secara tradisional diterapkan dengan hasil yang lebih baik. Untuk imunoterapi kanker ginjal, obat utama yang saat ini diterapkan adalah antibodi PD-1 dan antibodi monoklonal CTLA-4, dengan efek terbaik adalah antibodi PD-1. Untuk pasien kanker ginjal yang telah gagal dalam terapi yang ditargetkan, penerapan antibodi monoklonal PD-1 masih menunjukkan hasil pada 25% di antaranya, dan sebagian besar pasien ini dapat bertahan hidup untuk waktu yang lama. Imunoterapi untuk kanker ginjal sekarang dianjurkan dalam kombinasi dengan imunoterapi. Kombinasi antibodi PD-1 dengan epirubisin kini telah menunjukkan hasil yang baik dalam pengobatan kanker ginjal, dengan pasien yang mencapai tingkat efektifitas 40%. Antibodi PD-1 juga dapat dikombinasikan dengan obat anti-angiogenik, dan tingkat efisiensinya dapat ditingkatkan hingga 50%-60%. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kombinasi antibodi PD-1 dengan sel kekebalan tubuh dapat meningkatkan efisiensi imunoterapi untuk kanker ginjal hingga 70%.