Apa yang dimaksud dengan gangguan sendi temporomandibular?

       Temporomandibular joint disorder (TMJD) adalah nama yang diterima secara internasional untuk gangguan temporomandibular (TMD). Ini bukan gangguan tunggal, melainkan sekelompok gangguan dengan gejala klinis yang sama atau serupa, yang penyebabnya tidak sepenuhnya dipahami. Biasanya ditandai dengan tiga jenis gejala: mialgia di area sendi temporomandibular dan/atau otot pengunyahan; gerakan rahang yang tidak normal dan disfungsi yang terkait; serta bunyi letupan sendi, suara hentakan dan murmur. Hal ini dapat melibatkan TMJ atau otot pengunyahan saja, atau keduanya. Penyakit ini sebagian besar bersifat disfungsional, tetapi juga dapat melibatkan kelainan struktural atau bahkan kerusakan organik pada sendi.  Penyebab gangguan temporomandibular belum sepenuhnya dapat dijelaskan. Sebagian besar ahli telah menyarankan faktor-faktor yang berkaitan dengan patogenesis penyakit ini berdasarkan studi eksperimental dan klinis, dan semuanya percaya bahwa penyakit ini bersifat multifaktorial. 3. Faktor imunologis; 4. Beban berlebih pada sendi; 5. Faktor anatomis, seperti melemahnya sendi dan ligamen otot yang terkait secara signifikan dan berkurangnya daya dukung sendi; 6. Faktor lain, seperti rangsangan dingin pada area sendi, postur tubuh yang buruk yang menyebabkan disfungsi otot dan memengaruhi posisi normal mandibula dan kondilus, dll.  Manifestasi klinis Perkembangan gangguan TMJ dapat memiliki tiga tahap: tahap gangguan fungsional, tahap gangguan struktural, dan tahap kerusakan organik pada sendi. Ketiga tahap ini umumnya menunjukkan tahap awal, tengah dan akhir penyakit. Meskipun penyakit ini umumnya berlangsung lama, berlangsung selama beberapa tahun atau beberapa dekade, dan sering kambuh, penyakit ini dapat sembuh sendiri dan umumnya memiliki prognosis yang baik jika tidak terjadi ankilosis sendi. Presentasi klinis memiliki tiga ciri utama: 1. Gerakan rahang yang tidak normal termasuk pembukaan yang tidak normal (terlalu besar atau terlalu kecil); pola pembukaan yang tidak normal (miring atau bengkok); dan pencekikan artikular pada gerakan membuka dan menutup.  2. Nyeri Nyeri pada area sendi atau otot periartikular selama gerakan membuka dan mengunyah. Biasanya tidak ada rasa sakit spontan. Pada beberapa pasien dengan penyakit yang berkepanjangan, sering kali timbul rasa tenggelam, nyeri dan bengkak pada area sendi, mudah lelah pada otot pengunyahan, serta nyeri kronis dan sensasi abnormal pada area pipi, temporal, dan oksipital.  3. Bunyi dan murmur Sendi yang normal tidak memiliki bunyi atau murmur yang jelas selama gerakan rahang. Bunyi abnormal berikut ini sering terjadi pada penyakit ini: (1) bunyi letupan, yaitu bunyi “klik, klik” pada gerakan pembukaan; (2) bunyi pecah, yaitu bunyi “klik, klik” pada gerakan pembukaan; (3) bunyi gosokan, yaitu bunyi gosokan yang terus menerus seperti (3) bunyi gesekan, yaitu bunyi gesekan yang terus menerus seperti plastik.  Penyakit ini dapat disertai dengan berbagai masalah telinga dan mata, serta kesulitan menelan, kesulitan bicara dan kelelahan umum yang kronis.  Pengobatan utama adalah konservatif, menggabungkan pengobatan simtomatik dengan menghilangkan atau melemahkan faktor penyembuhan.  2. Memperbaiki kondisi umum dan kondisi mental pasien, termasuk perawatan dukungan psikologis aktif.  3. Pasien harus dididik tentang perawatan medis sehingga mereka dapat mengobati sendiri, melindungi persendian mereka dan mengubah perilaku gaya hidup yang buruk.  4. Prosedur perawatan harus dimulai dengan perawatan konservatif yang dapat dibalik, diikuti dengan perawatan konservatif yang tidak dapat dibalik, dan akhirnya bedah artroskopi dan berbagai perawatan bedah.  V. Metode pengobatan konservatif yang umum 1, Fisioterapi Fisioterapi saat ini merupakan metode pengobatan konservatif yang paling banyak digunakan, dan memiliki efek terapeutik tertentu terhadap penyakit ini.  2 . Terapi pijat Terapi pijat memiliki khasiat untuk membuka blokir meridian, mengalirkan qi dan darah, mengatur organ dalam, mengelola tendon dan menyebarkan simpul, serta memposisikan ulang tulang.  3 . Metode lain Kompres panas pengobatan Tiongkok, perawatan akupunktur, dll.