Bagaimana membedakan tardive dengan epilepsi

Tardive dan epilepsi dapat dibedakan berdasarkan gejala klinis dan dasar diagnostik. 1. Gejala klinis: tardive dyskinesia yang timbul terlambat dapat menyebabkan gerakan tak sadar pada mulut, bibir, lidah, wajah, tungkai, dan batang tubuh; epilepsi bersifat episodik, sementara, berulang, dan stereotipik, dan dapat dimanifestasikan sebagai gangguan sensorik, motorik, kesadaran, kejiwaan, perilaku, disfungsi otonom, atau keduanya. 2. Dasar diagnostik: tardive biasanya memiliki riwayat pengobatan antipsikotik selama lebih dari 3 bulan dan tardive sedang pada setidaknya 1 bagian tubuh atau gerakan abnormal ringan pada 2 bagian tubuh; pasien epilepsi akan mengalami pelepasan epilepsi pada EEG, yang kemudian dikombinasikan dengan gejala kedutan otot yang berulang-ulang dan pencitraan kranial untuk menegakkan diagnosis. Dianjurkan untuk pergi ke institusi medis profesional dan melakukan pemeriksaan yang relevan di bawah bimbingan dokter untuk mengidentifikasi kondisinya.