Bila terdapat lebih banyak cairan dalam rongga perut (sekitar 1000 ml atau lebih), cairan gravitasi terakumulasi di bagian bawah rongga perut, sehingga terdengar suara keruh pada perkusi. Selama pemeriksaan, pasien pertama-tama diletakkan telentang dan perkusi dilakukan dari tengah ke sisi kiri. Fenomena pergerakan zona keruh akibat perubahan posisi ini disebut “kekeruhan bergerak” (shifting dullness) dan merupakan tes yang penting untuk memastikan adanya cairan di dalam rongga perut. Mekanisme perkusi adalah ketika pasien dengan cairan dalam rongga perut berada dalam posisi terlentang, cairan terakumulasi di bagian rendah rongga perut karena gravitasi, dan tabung usus yang mengandung gas mengapung di atasnya, sehingga perkusi menunjukkan suara drum di tengah perut dan suara keruh di kedua sisi perut. Ketika pasien berada dalam posisi lateral, cairan menumpuk di bagian bawah dan tabung usus mengapung ke atas, sehingga perut bagian bawah berubah menjadi suara keruh. Dimulai dari umbilikus, pasien diminta untuk melakukan perkusi ke kiri sampai muncul suara keruh, dan jari papan perkusi tidak digerakkan. Pasien diminta berbaring miring ke kanan dan perkusi ke kanan sampai muncul suara keruh lagi. Ketika terdapat sejumlah besar cairan bebas dalam rongga perut selama pemeriksaan abdomen pada pemeriksaan fisik, getaran cairan, atau fluktuasi, dapat dirasakan jika perut diketuk dengan jari. Ketika pasien berbaring, dokter menempelkan telapak satu tangan ke dinding perut di satu sisi pasien dan melenturkan keempat jari tangan yang lain bersama-sama dan mengetuk dinding perut di sisi yang berlawanan dengan ujung jari (atau palpasi perkusi dengan ujung jari). Untuk mencegah penularan getaran dari dinding perut itu sendiri ke sisi kontralateral, hal ini dapat dihentikan dengan meminta orang lain menekan tepi ulnar telapak tangan terhadap garis tengah perut pusar, seperti yang ditunjukkan. Metode pemeriksaan asites ini memerlukan lebih dari 3000 sampai 4000 ml cairan untuk dideteksi dan tidak sesensitif nada keruh bergerak.