Apa itu Degenerasi Makula Terkait Usia?

Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah penyakit yang terjadi pada makula retina di dasar mata dan dikenal sebagai “pembunuh kebutaan”. Namun, karena kurangnya kesadaran akan penyakit ini, beberapa orang lanjut usia mengidap penyakit ini, dan sering kali menganggapnya sebagai akibat dari usia tua, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pengobatan dan akhirnya menyebabkan kebutaan. Penyebab pasti AMD belum diketahui dan mungkin terkait dengan genetika, merokok, kerusakan fotodinamik kronis, gangguan nutrisi, keracunan, dan penyakit sistemik, atau bisa juga merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor. Penyakit ini merupakan perubahan struktur makula yang menua, yang dimanifestasikan dengan berbagai tingkat degenerasi, hiperplasia, atau atrofi. Tipe kering tidak mengalami perdarahan pada fundus, dan kehilangan penglihatan terjadi secara perlahan. Pada tipe basah, pembuluh darah baru tumbuh di fundus, menyebabkan perdarahan dan pada akhirnya menyebabkan pembentukan skotoma dan kehilangan penglihatan yang parah. Karena penyebab penyakit ini masih belum jelas, tidak ada pengobatan yang efektif atau tindakan pencegahan radikal yang tersedia. Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin dan mineral tertentu dapat membantu mencegah perkembangan atau progresivitas AMD kering, namun masih terlalu dini untuk mengatakan secara pasti apakah vitamin dan mineral tersebut efektif dan tidak jelas apakah vitamin dan mineral tersebut menyebabkan kerusakan. Pasien yang mengonsumsi obat penurun kolesterol dan memiliki pola makan yang kaya akan sayuran berdaun dan kacang-kacangan, dapat mengalami perkembangan penyakit yang lebih lambat. Beberapa pasien dengan AMD basah dapat diobati dengan bedah laser termal, yang melibatkan pembakaran retina untuk mencegah perkembangan kerusakan. Pengobatan lain yang mungkin dilakukan adalah terapi fotodinamik (PDT) dengan vetiprofen (Visudyne), yang secara tepat menargetkan pembuluh darah dan menyebabkan lebih sedikit kerusakan pada retina dibandingkan bedah laser termal. Avastin, obat anti-angiogenik dan anti-kanker baru yang disetujui FDA, telah terbukti efektif dalam pengobatan lesi neovaskular dan eksudatif pada mata, terutama dalam pengobatan AMD basah. Suntikan Avastin intravitreal secara signifikan dapat meningkatkan penglihatan, menginduksi neovaskularisasi dan mengurangi perdarahan, dan harganya tidak mahal, yaitu sekitar 17-50 dolar AS per suntikan. Avastin memiliki waktu paruh yang panjang, sehingga memungkinkan interval yang lama antara penyuntikan, dan memiliki efek terapi jangka pendek yang menjanjikan dengan profil keamanan yang tinggi dan sedikit efek samping toksik.