Apa saja karakteristiknya?
Kanker tiroid meduler (MTC) menyumbang 5% hingga 10% dari semua kanker tiroid. Hal ini sangat jarang terjadi pada anak-anak dan remaja, dengan insiden tahunan kurang dari satu dari satu juta di Amerika Serikat.
MTC timbul dari sel-sel parafollicular kelenjar tiroid. Sel-sel ini, tidak seperti sel kanker tiroid yang terdiferensiasi, tidak menghasilkan hormon tiroid dan tidak merespons TSH (tirotropin, hormon perangsang tiroid), melainkan menghasilkan protein yang disebut kalsitonin (CT).
MTC diklasifikasikan sebagai sporadis atau familial. Yang pertama biasanya terjadi pada orang berusia di atas 20 tahun. Yang terakhir ini dapat terjadi pada usia berapa pun. MTC familial biasanya merupakan bagian dari neoplasia endokrin multipel tipe II (MEN2), tetapi bisa juga terjadi sendiri. MTC pada anak-anak dan remaja hampir selalu bersifat familial, yang berarti bahwa hal ini disebabkan oleh mutasi (cacat) spesifik dalam DNA sel somatik. Mutasi ini terjadi pada gen RET.
Bagaimana cara penanganannya?
MTC relatif mudah dikendalikan dan diobati jika kanker belum bermetastasis ke bagian tubuh lainnya. Pengobatan yodium radioaktif (RAI, terutama yodium-131) tidak berhasil pada MTC, jadi pengobatan terbaik adalah pengangkatan lesi dengan pembedahan total.
Pada hampir semua pasien, terutama anak-anak yang lebih tua dan remaja, risiko metastasis kelenjar getah bening sangat tinggi, bahkan jika diseksi kelenjar getah bening dilakukan selama operasi.
Bagi pasien yang telah mengembangkan metastasis yang tidak dapat disembuhkan dengan pembedahan, keikutsertaan dalam uji klinis obat baru dapat mengidentifikasi pengobatan yang lebih baik.
Tes apa yang diperlukan untuk tindak lanjut?
Darah diambil untuk kalsitonin dan antigen karsinoembrionik (CEA). Keduanya diproduksi oleh MTC dan dapat digunakan sebagai penanda tumor.
Ultrasonografi leher.
Tes darah untuk TSH, yang tetap dalam kisaran normal pada MTC.
Pemeriksaan fisik. Biasanya pemeriksaan fisik setiap 3 hingga 6 bulan selama 2 tahun pertama setelah diagnosis, atau setahun sekali jika tidak ada kekambuhan.
Tes lainnya termasuk rontgen dada, CT atau CT yang ditingkatkan, dan tes pencitraan lainnya.
Siapa yang membutuhkan pengujian genetik?
Semua orang dengan MTC harus menjalani pengujian genetik untuk menentukan apakah ada mutasi pada gen RET.
Pada anak-anak dengan mutasi RET, pengangkatan kelenjar tiroid profilaksis pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan kesembuhan.
Setelah mutasi RET terdeteksi, dianjurkan agar anak-anak pasien juga menjalani pengujian genetik untuk mendapatkan pengobatan dini.
Artikel ini berasal dari http://www.thyca.org网站, disusun oleh tim medis Tencent Medical Dictionary, dan digunakan dengan izin.