Gejala-gejala polydactyly pada anak-anak, juga dikenal sebagai sindrom tourette remaja, adalah kedutan otot yang tidak disengaja dan umum, kadang-kadang disertai dengan vokalisasi yang tidak disengaja dan berbicara sendiri. Kedutan biasanya dimulai di wajah dan leher dan secara bertahap menyebar ke bawah. Kedutan bisa mengambil berbagai bentuk, seperti berkedip, cemberut, menggelengkan kepala, mengangkat bahu, mengecilkan leher, merentangkan lengan, melontarkan lengan, mengangkat dada dan perut, membengkokkan punggung, dan memutar batang tubuh. Tics vokal bisa berbentuk suara parau, menggeram, dan menyatakan kata-kata yang tidak senonoh. Pada sebagian anak, kedutan yang tidak disengaja diikuti oleh perkembangan bertahap dari gangguan motorik bicara, dan dalam beberapa kasus, peniruan ucapan, gerakan dan ekspresi. Permulaan kedutan laring yang tidak disengaja terlambat, dengan beberapa anak mengembangkannya lebih awal dan sebagian besar mengembangkannya enam sampai tujuh tahun setelah timbulnya penyakit. Kondisi ini sering berfluktuasi, terkadang menjadi ringan dan parah, dan terkadang sembuh dengan sendirinya untuk jangka waktu tertentu. Lokasi, frekuensi dan intensitas kedutan bisa berubah. Hal ini dapat memburuk ketika anak stres, cemas, lelah atau kurang tidur; hal ini dapat berkurang ketika anak rileks dan dapat menghilang setelah tidur. Kecerdasan anak pada umumnya normal, tetapi beberapa anak mungkin memiliki masalah psikologis seperti kurangnya perhatian, kesulitan belajar dan gangguan emosional. Penyebab penyakit ini belum dijelaskan, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa ini mungkin merupakan hasil interaksi faktor genetik, neurofisiologis, biokimia-metabolik dan lingkungan dalam proses perkembangan. Menurut pengobatan Tiongkok, penyakit ini dikaitkan dengan kekurangan bawaan dalam endowment, cedera lahir, mati lemas, paparan kejahatan eksternal, pola makan yang buruk, dan gangguan emosional, dan paling sering dipicu oleh angin dan dahak yang berlebihan dalam lima kehendak. Penyakit ini terutama terletak di hati dan berhubungan erat dengan jantung, limpa dan ginjal. Pemeriksaan: Temuan laboratorium umum tidak luar biasa. Elektroensefalogram dan pencitraan otak seperti CT otak dan MRI harus dilakukan untuk menyingkirkan lesi otak. Diagnosis: Diagnosis dapat dibuat berdasarkan riwayat dan gejala klinis, tetapi chorea, hepatomegali, kejang mioklonik epilepsi, gerakan tak sadar yang berasal dari obat dan patologi ekstrapiramidal lainnya harus disingkirkan. Pengobatan: 1. Pengobatan medis Barat dan Tiongkok Obat-obatan yang umum digunakan dalam pengobatan Barat termasuk haloperidol, thiopride, clonidine, inosine, dll. Akupunktur dan pengobatan herbal Tiongkok keduanya didasarkan pada prinsip dasar menenangkan hati dan memadamkan angin. Dalam kasus stagnasi Qi dan api, disarankan untuk membersihkan hati dan menghilangkan api, menenangkan angin dan menaklukkan ketakutan; dalam kasus kekurangan limpa dan akumulasi dahak, disarankan untuk memperkuat limpa dan mengatasi dahak, menenangkan hati dan menaklukkan angin; dalam kasus kekurangan yin dan pergerakan angin, disarankan untuk menyehatkan yin dan menundukkan yang, melembutkan hati dan menaklukkan angin. Resep yang umum digunakan termasuk Danjian Yi Yao San, Jia Wei Wen Qi Tang dan Da Ding Feng Zhu. Titik akupunktur yang umum digunakan termasuk Siguan, Yanglingquan, Sishencong, Baihui, Shangxing, Yin Tang, Qi Men, Dabao, Ligou, Shengong, Li Gu, Zhongji, dll. 2.Terapi keluarga Pengaturan rutinitas dan aktivitas harian anak yang wajar, jangan menonton TV, bermain komputer dan video game dalam waktu yang lama, hindari ketegangan dan kelelahan yang berlebihan. Tidak disarankan untuk menegur dan memarahi anak di setiap kesempatan, dan berikan anak lingkungan keluarga yang santai. Luangkan waktu untuk bermain dan berkomunikasi dengan anak Anda untuk meringankan beban belajar mereka. Jangan makan makanan pedas, makanan ringan atau minuman yang merangsang.