Apa saja klasifikasi hiperhidrosis?

  Hiperhidrosis dibagi menjadi dua kategori: hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder.  Hiperhidrosis primer adalah suatu kondisi di mana keringat meningkat secara signifikan dibandingkan dengan normal dalam kondisi normal (suhu dan kelembaban lingkungan, mental dan emosional) dan tidak jarang terjadi dalam praktik klinis. Keringat sering diperparah oleh stres, makanan panas dan pedas, serta peningkatan suhu dan kelembapan lingkungan. Hiperhidrosis diklasifikasikan secara klinis sebagai keringat di kepala (sering dikaitkan dengan keringat aksila dan/atau bilateral palmar yang berlebihan), keringat di tangan (sering dikaitkan dengan keringat plantar dan/atau aksila bilateral yang berlebihan), keringat di ketiak, dan keringat di badan.  Hiperhidrosis sekunder disebabkan oleh sejumlah gangguan neuroendokrin dan gangguan lainnya (misalnya, hipertiroidisme, diabetes, hipoglikemia, keracunan, efek samping obat, penyakit kardiovaskular, kegagalan pernapasan, sindrom karsinoid, penyakit Hodgkin).  Hiperhidrosis dapat dibagi menjadi hiperhidrosis umum dan hiperhidrosis lokal menurut lokasi berkeringat.  Hiperhidrosis umum sebagian besar bersifat sekunder, sedangkan hiperhidrosis lokal sebagian besar bersifat primer.