1. Kecuali untuk infeksi kronis: manifestasi klinis infeksi oportunistik dapat terlihat biasa-biasa saja, tetapi akan berkembang dengan cepat setelah terapi hormonal. Periksa foto rontgen dada dan tes PPD. 2 . Evaluasi toleransi glukosa: pemeriksaan glukosa darah puasa sebelum benturan sudah cukup, dan perhatikan pemantauan kadar glukosa darah secara teratur selama penggunaan hormon. 3 . Evaluasi risiko osteoporosis: Pemeriksaan kepadatan tulang. Penggunaan hormon jangka panjang harus menjadi pengobatan profilaksis. 4 . Evaluasi risiko perdarahan gastrointestinal: Pemeriksaan darah samar tinja dan darah rutin harus diperiksa sebelum pengobatan, terutama memperhatikan tingkat MCV. Evaluasi risiko kejadian kardiovaskular: tanyakan apakah ada gejala nyeri dada dan sesak dada, ukur tekanan darah dan periksa apakah ada edema perifer sebelum pengobatan. Selama penggunaan hormon, tinjauan rutin harus dilakukan. 6. Evaluasi kesadaran mental: Skala kesadaran mental yang sederhana harus dilakukan untuk perbandingan di masa mendatang. Hal ini terutama berlaku untuk pasien dengan riwayat status mental yang tidak normal.