Apa yang harus dilakukan jika terjadi trauma tengkorak

  1 . Tetap dibius: Jika Anda menemukan cedera kepala, meskipun Anda tidak pingsan, Anda harus berpuasa dan membatasi air, berbaring diam dan rileks, hindari kegembiraan emosional dan jangan bergerak.  2 . Hentikan pendarahan dengan cepat: segera ambil bahannya dan gunakan pakaian atau kain untuk memberikan tekanan untuk menghentikan pendarahan. Jangan mencabut benda yang menyebabkan cedera di tempat kejadian untuk menghindari pendarahan. Jika terdapat prolaps jaringan otak, gunakan mangkuk sebagai penyangga, lalu tambahkan pembalut untuk memastikan jaringan otak yang prolaps tidak tertekan.  3, perawatan luka yang benar: cedera kepala, terlihat darah dan air jernih (cairan serebrospinal) dari telinga, hidung keluar, maka pasien harus berbaring rata, sisi yang terkena di bawah, sehingga darah atau cairan serebrospinal mengalir dengan lancar. Jangan menyumbat saluran telinga luar atau rongga hidung dengan kain atau kapas untuk menghindari aliran balik dan infeksi intrakranial sekunder.  4, untuk mencegah aspirasi yang tidak disengaja: kebanyakan orang dengan cedera otak traumatis mengalami kesulitan menelan, kehilangan refleks batuk, tenggorokan dan benda asing di mulut atau sekresi dapat menyumbat jalan napas dan menyebabkan asfiksia. Oleh karena itu, orang yang terluka harus mengambil posisi datar, tanpa bantal, dengan kepala menghadap ke samping.  5. Pertahankan jalan napas yang bersih: Jika korban mengalami kesulitan bernapas dan bibir sianosis, letakkan kedua tangan di kedua sisi pasien di sudut rahang untuk menahan rahangnya dan singkirkan benda asing dari mulut untuk mempertahankan jalan napas yang bersih.  6. Resusitasi kardiopulmoner: Jika pasien bingung dan denyut aorta tidak ada, dan jika Anda dapat menyingkirkan patah tulang dada dan tulang rusuk pasien, segera lakukan kompresi dada dan pernapasan buatan. Jangan mencoba membangunkan korban yang tidak sadarkan diri dengan mengetuk atau mengguncang.  7. Transportasi yang lancar dan cepat: Setelah pasien yang sadar sering mengalami muntah-muntah, sakit kepala parah, atau tidak sadarkan diri lagi setelah beberapa saat sadar, ia harus segera dibawa ke rumah sakit dalam kondisi untuk disadarkan.