Meskipun sebagian besar leukemia pada masa kanak-kanak dan remaja disebabkan oleh faktor yang didapat, namun faktor genetik juga berperan.
Kelainan kromosom dan genetik tertentu akibat penyebab keturunan dapat sangat meningkatkan peluang berkembangnya tumor tertentu, yang disebut sindrom tumor herediter, yang diklasifikasikan sebagai autosomal dominan atau autosomal resesif.
Pasien dengan sindrom neoplastik herediter tertentu secara signifikan lebih mungkin memiliki leukemia yang terkait dengannya daripada normal, misalnya.
Trisomi 21
Anemia Fanconi
Sindrom myelodysplastic familial/leukemia myeloid akut akibat mutasi/delesi pada gen GATA2
Sindrom Bloom
Sindrom Li-Fraumeni
Ataksia kapilaris
Diskeratosis kongenital, dll.
Oleh karena itu, jika orang tua tidak membawa kromosom/gen abnormal seperti yang dijelaskan di atas dan anak yang menderita leukemia pada anak pertama tidak ditemukan memiliki sindrom neoplastik yang diturunkan, maka probabilitas anak kedua yang menderita leukemia harus sama dengan populasi umum.
Dan jika sayangnya ada masalah kromosom/genetik yang diwariskan dari orang tua atau anak sulung seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak kedua kemungkinan besar memiliki sindrom neoplastik yang sama yang diwariskan dan risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan leukemia dengannya.