Intimidasi di masa kecil dapat mengubah gen pengaturan emosi

  Sebuah penelitian menunjukkan bahwa diintimidasi oleh teman sebaya dapat mengubah gen yang terlibat dalam mengatur emosi, sehingga anak-anak lebih mungkin mengalami masalah psikologis seiring bertambahnya usia.  Meskipun banyak orang percaya bahwa gen kita tidak dapat diubah, penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial juga dapat memengaruhi fungsi gen. Khususnya bagi anak-anak, hal ini tidak hanya dapat mengubah respons mereka terhadap stres, tetapi juga fungsi gen yang berkaitan dengan regulasi emosi.  Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami intimidasi menghasilkan lebih sedikit kortisol (hormon stres), tetapi memiliki lebih banyak gangguan sosial dan perilaku agresif. Studi saat ini menunjukkan bahwa penurunan kortisol, yang terjadi pada usia sekitar 12 tahun, mendahului perubahan struktural di sekitar gen SERT selama 2 tahun, yang mengatur serotonin, neurotransmiter yang terlibat dalam pengaturan suasana hati dan timbulnya depresi.  Subjek penelitian ini adalah 28 anak kembar, rata-rata berusia 10 tahun, satu dari setiap anak kembar memiliki pengalaman diintimidasi oleh teman sebaya, sementara yang lainnya tidak. Analisis menemukan bahwa meskipun si kembar tinggal di lingkungan yang sama, perubahan struktur kimia di sekitar gen mereka tidak dapat dijelaskan oleh genetika atau lingkungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman intimidasi teman sebaya bertanggung jawab atas perubahan genetik ini.