I. Prinsip-prinsip diet untuk pasien hipertiroid.
1. Kalori tinggi: dikombinasikan dengan kebutuhan perawatan klinis dan kondisi makan pasien, umumnya meningkat 50% -70% dibandingkan dengan normal, setiap orang dapat memasok 3000-3500Kkal per hari.
2. Protein tinggi: Umumnya 1,5-2 g protein per kg berat badan per orang per hari.
3, vitamin tinggi: terutama suplemen vitamin B dan vitamin C
4 . Jumlah mineral sedang: terutama kalium, magnesium, kalsium, dll.
5, hindari yodium: yodium adalah elemen penting dalam sintesis tiroksin, dalam jumlah batas tertentu, sintesis tiroksin meningkat dengan peningkatan dosis yodium, jika dosisnya melebihi batas, untuk sementara waktu menghambat sintesis dan pelepasan tiroksin, sehingga dan gejala manusia dengan cepat berkurang, tetapi penghambatan ini bersifat sementara. Jika makanan atau obat yang mengandung yodium tinggi dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, kelenjar tiroid akan “beradaptasi” dengan “penghambatan” yodium dan sintesis tiroksin akan dipercepat lagi, yang mengakibatkan peningkatan akumulasi tiroksin dalam kelenjar tiroid. Sejumlah besar akumulasi tiroksin dilepaskan ke dalam aliran darah, menyebabkan kekambuhan atau eksaserbasi hipertiroidisme. Pada saat yang sama, banyak tes untuk hipertiroidisme, seperti tingkat penyerapan yodium dan pengobatan I131, memerlukan larangan yodium.
2. Catatan tentang diet untuk pasien hipertiroid.
1. Makanlah dalam porsi kecil dan sering, dan jangan makan berlebihan. Hindari makanan pedas, tembakau, dan alkohol.
2 . Suplemen air yang cukup, minum sekitar 2500ml air setiap hari, hindari kopi, teh kental, dan minuman perangsang lainnya.
3 .Kontrol makanan berserat tinggi dengan tepat, terutama saat diare.
4 . Perhatikan campuran nutrisi yang wajar.
5 . Larang makanan dengan kandungan yodium tinggi seperti rumput laut, ikan laut, dan kulit agar-agar laut. Karena yodium sangat mudah menguap di udara atau ketika dipanaskan, garam beryodium dapat digunakan hanya dengan meletakkannya di udara atau memanaskannya sedikit.
6 . Makanlah makanan yang kaya akan kalium dan kalsium.
7. Mengontrol pola makan dengan tepat setelah kondisi mereda.
III. Komposisi nutrisi makanan utama.
1 . Sereal: karbohidrat dan vitamin B
2 . Daging dan produk: protein, lemak, dan vitamin B berkualitas tinggi
3 . Susu dan produknya: berbagai nutrisi selain serat
4 . Telur dan produk: protein berkualitas tinggi, metionin tinggi
5 . Pulsa dan produk: protein berkualitas tinggi, rendah lemak
6 . Sayuran dan buah-buahan: kaya akan vitamin.