Semen adalah produk dari pencampuran sperma dan plasma seminalis, dan merupakan hasil kolaborasi bersama dari gonad jantan. Semen sebagian besar terdiri dari spermatozoa, tetapi juga mengandung sel testis, sel epitel kolumnar, limfosit, partikel protein, vesikula lesitin prostat, kristal spermatozoa, dll. Komponen-komponen ini menyumbang 10% dari total air mani, sedangkan plasma seminalis menyumbang sekitar 90%, terutama air dan beberapa garam anorganik, protein, dan enzim, yaitu cairan mani yang disekresikan oleh kelenjar prostat dan sekresi dari epididimis, vesikula seminalis, kelenjar bola lampu uretra, dan kelenjar parauretra. Air mani segar adalah cairan kental berwarna putih keabu-abuan dengan bau yang khas. Volume ejakulasi pada satu waktu berhubungan dengan usia individu dan frekuensi ejakulasi, umumnya 2 hingga 6 ml, mengandung 60 hingga 20 juta sperma per ml. Sperma manusia dewasa berbentuk seperti kecebong, dengan panjang kepala 3-5 mikron, lebar 2-3 mikron, dan tebal 1-2 mikron. Panjang bagian tengahnya sekitar 6 mikron dan panjang ekornya 40-50 mikron, dengan panjang keseluruhan 50-60 mikron. Bagian anterior kepala sperma adalah vakuola, dan bagian posteriornya adalah inti sel yang padat. Kepala sperma memiliki bentuk seperti oval pipih pada pandangan lateral dan bentuk seperti buah pir pada pandangan frontal. Jumlah sperma kurang dari 50 juta sperma per ml air mani dianggap sebagai spermopenia. Sperma dengan motilitas yang buruk lebih dari 50%, sperma yang cacat lebih dari 10%, atau total volume air mani kurang dari 1 ml dianggap tidak normal. Kualitas air mani berhubungan langsung dengan kesuburan dan hasil pemeriksaan air mani rutin merupakan indikator penting kesuburan pria. Hasil pemeriksaan air mani sangat penting dalam mengevaluasi kesuburan pria, dan hasilnya mudah dipengaruhi oleh banyak faktor seperti frekuensi keluarnya air mani, kelengkapan penampungan, wadah, dan suhu. Metode pengumpulan yang benar harus diperhatikan: 1. Pantang selama 3 sampai 7 hari untuk pengumpulan sperma. Masa pantang yang terlalu singkat akan mempengaruhi kepadatan sperma, sedangkan masa pantang yang terlalu lama akan menyebabkan banyaknya sperma yang mati dan tingkat sperma abnormal yang tinggi. 2. Selalu kumpulkan air mani dalam keadaan utuh. Kepadatan sperma paling tinggi pada bagian pertama dari air mani yang keluar, dan kehilangan bagian air mani ini akan sangat mempengaruhi hasil tes. 3. Gunakan botol dengan mulut yang lebar untuk menampung air mani. Kondom biasa tidak cocok karena mengandung zat spermisida. 4. Spesimen harus diangkut pada suhu 37°C dan harus dikirim dalam waktu setengah jam.