Pedoman Pengobatan Kanker Tiroid (Edisi 2022)

I. Gambaran Umum

II. Teknik dan aplikasi pengobatan

(i) Skrining surveilans terhadap kelompok berisiko tinggi.

(ii) Presentasi klinis.

(iii) Uji laboratorium.

(iv) Pencitraan.

Tabel 1 Klasifikasi TI-RADS nodul tiroid yang dinilai dengan ultrasonografi

(v) Penilaian fungsi pita suara.

(vi) Pemeriksaan patologis.

1. Pedoman diagnostik untuk sitopatologi kanker tiroid

Tabel 2 Kriteria penilaian diagnostik untuk TBSRTC

Tabel 3 Risiko keganasan dan manajemen klinis dari setiap tingkat diagnostik TBSRTC

2. Pedoman histopatologi untuk diagnosis kanker tiroid

(vii) Diagnosis banding.

3. Diagnosis kanker tiroid: klasifikasi dan stadium

(i) Klasifikasi histologis kanker tiroid.

Tabel 4 Klasifikasi histologis WHO untuk tumor tiroid

1. PTC dan subtipenya

2. FTC dan subtipenya

3. MTC dan subtipenya

4. PDTC dan ATC

(ii) Stadium kanker tiroid.

1. Pementasan AJCC

Tabel 5 Definisi pementasan TNM

Tabel 6 Pementasan TNM kanker tiroid

2. Faktor prognostik yang terkait dengan kanker tiroid

3. Risiko kekambuhan stratifikasi DTC

Tabel 7 Gambaran klinikopatologis dari stratifikasi risiko kekambuhan DTC

Perawatan bedah kanker tiroid dan komplikasi umum

(a) Perawatan bedah kanker tiroid.

1. Prinsip-prinsip pengobatan

2. Pengobatan bedah kanker tiroid yang dibedakan

3. Perawatan bedah MTC

4. Perawatan bedah karsinoma yang tidak berdiferensiasi

5. Perawatan perioperatif

(ii) Komplikasi umum pascaoperasi.

Gambar 1 Pembagian kelenjar getah bening di leher

Tabel 8 Penggambaran anatomi kompartemen kelenjar getah bening di leher

V. Pengobatan 131I untuk kanker tiroid yang dibedakan

(i) Stratifikasi risiko kematian dan risiko kekambuhan setelah pembedahan DTC.

1. Risiko kekambuhan yang rendah

2. Stratifikasi risiko sedang

3. Stratifikasi risiko tinggi

(ii) Indikasi untuk pengobatan 131I.

(iii) Kontraindikasi terhadap terapi 131I.

(iv) Dosis terapi pembersihan tiroid 131I.

(v) Tujuan terapi supresi TSH.

(vi) Prinsip-prinsip terapi pembersihan 131I untuk pasien dengan metastasis lokal atau jauh.

(vii) Prinsip pengobatan untuk pasien 131I-negatif Tg-positif dengan pemindaian seluruh tubuh.

Radioterapi untuk kanker tiroid

(a) Indikasi untuk radioterapi.

1. PTC dan FTC yang sangat berbeda

Gambar 2. Indikasi untuk radioterapi DTC

2. MTC

Gambar 3. Indikasi untuk radioterapi MTC

3. ATC

4. Radioterapi paliatif untuk lesi metastasis jauh dari kanker tiroid

(ii) Teknik EBRT.

1. Penilaian pra-perawatan

2. Teknik radioterapi

Gambar 4. Tingkat tipikal garis besar area target untuk kanker tiroid

Gambar 5. Tingkat tipikal distribusi dosis IMRT untuk kanker tiroid

Gambar 6. Dua teknik iradiasi iradiasi irisan sudut silang bidang miring anterior

Gambar 7 Bidang standar untuk iradiasi konvensional kanker tiroid

Gambar 8 Distribusi dosis untuk iradiasi medan anterior tunggal dengan garis elektron 20 MeV

Gbr. 9 Campuran teknik sinar-X energi tinggi dan berkas elektron

Gambar 10 Distribusi dosis untuk teknik penyinaran medan ember kecil (sinar-X 10MV)

3. Komplikasi EBRT

VII. Pengobatan sistemik kanker tiroid

(i) Terapi target molekuler.

(ii) Kemoterapi.

(iii) Imunoterapi.

(iv) Indikasi untuk terapi target.

Tabel 9 Regimen kemoterapi untuk kemoterapi ajuvan atau kemoradioterapi bersamaan untuk kanker tiroid stadium IVA dan IVB yang tidak berdiferensiasi

Tabel 10 Regimen kemoterapi untuk kanker tiroid stadium IVC yang tidak berdiferensiasi

Pengobatan obat herbal Tiongkok untuk kanker tiroid

(a) Identifikasi dan pengobatan.

(2) Rencana perawatan.

Model pengobatan terpadu multidisiplin dan tindak lanjut untuk kanker tiroid

(a) Model pengobatan komprehensif multidisiplin untuk kanker tiroid.

(2) Tindak lanjut pasca-operasi kanker tiroid.

(3) Penanganan DTC setelah terdeteksi adanya kekambuhan atau metastasis.

(iv) Tindak lanjut pasca-operasi MTC.