Misalnya, aspirin sering digunakan sebagai antipiretik untuk sakit kepala, nyeri otot dan demam, tetapi juga dapat digunakan untuk mencegah penyumbatan di jantung dan otak. Selain mengobati kecemasan dan depresi, anti-kecemasan/depresan juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri kronis yang tidak diketahui asal-usulnya, migrain, sindrom iritasi usus besar dan banyak gangguan gastrointestinal lainnya. Lebih jauh lagi, penelitian telah menemukan bahwa sebagian besar gangguan gastrointestinal itu sendiri terkait dengan insomnia dan kecemasan/depresi. Untuk menggunakan analogi umum, disfungsi gastrointestinal seperti masalah dengan alat listrik di rumah, di mana tidak ada yang salah dengan alat itu sendiri, tetapi tegangan dan kabelnya yang salah. Memperbaiki alat itu sendiri tidak efektif; yang perlu dilakukan adalah mengatur tegangan dan kabel. Obat anti-kecemasan/depresi sebenarnya bertindak sebagai pengatur tegangan dan kabel. Artinya, mereka mengobati gangguan gastrointestinal dengan mengatur fungsi neurologis yang mengelolanya. Dalam banyak kasus kami, setelah perawatan, tidak hanya gejala gastrointestinal yang membaik, tetapi kesehatan dan kualitas hidup orang tersebut secara keseluruhan juga meningkat secara signifikan.