Diet dan penyakit terkait merokok

  Merokok adalah faktor risiko tinggi untuk kanker paru-paru, dan orang yang merokok dan menghirup asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru. Berhenti merokok adalah aspek yang paling mendasar, tetapi kita juga dapat membantu untuk menyingkirkan toksisitas asap rokok melalui beberapa diet, yang tidak dapat menyembuhkan akar penyebabnya, tetapi juga dapat berfungsi untuk memberikan perlindungan ekstra bagi kesehatan.  1, makanan kaya selenium Penelitian makanan menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan rendahnya tingkat selenium dalam darah manusia, dan selenium adalah elemen jejak yang sangat diperlukan (trace element food) untuk mencegah kanker. Jika tubuh kekurangan selenium, kejadian kanker dan leukemia usus, prostat, payudara, ovarium dan paru-paru akan meningkat. Oleh karena itu, perokok harus selalu melengkapi makanan kaya selenium, yang pertama wijen, malt, jamur, bawang putih, diikuti oleh telur, ragi, tuna, dan lagi hati hewan, ginjal, dll.  Merokok menyebabkan menipisnya cadangan antioksidan dan vitamin tubuh Anda dengan cepat, sementara zat pengoksidasi dalam tubuh meningkat, yang dapat menyebabkan peroksidasi jika tidak terisi kembali pada waktunya. Untuk alasan ini, perokok terutama perlu mengonsumsi vitamin antioksidan seperti karoten, vitamin C dan vitamin E. Untuk mengisi kembali vitamin-vitamin ini dalam kehidupan sehari-hari, Anda harus makan lebih banyak sayuran dan buah dan lebih sedikit daging untuk menciptakan lingkungan fisiologis alkali dalam tubuh Anda. 3. Minum teh Beberapa senyawa dalam asap rokok dapat menyebabkan penebalan lapisan arteri, penurunan sekresi asam lambung yang signifikan dan peningkatan gula darah (makanan gula darah). Teh mengandung polifenol teh, kafein, vitamin C dan bahan-bahan lainnya, dapat berperan dalam penguraian zat-zat ini, dan dapat menggunakan efek diuretik teh untuk mengurangi waktu tinggal zat beracun dalam tubuh.  4, makanan penurun kolesterol Karena merokok dapat meningkatkan jumlah kolesterol dan timbunan lemak di pembuluh darah, mengurangi suplai darah ke otak, mudah menyebabkan atrofi otak, mempercepat penuaan otak, dll. Jadi sebaiknya Anda mengurangi makan asam lemak yang mengandung daging berlemak, dan karenanya meningkatkan beberapa makanan yang dapat mengurangi atau menghambat sintesis kolesterol, seperti daging sapi, ikan, produk kedelai dan beberapa makanan berserat tinggi, serta paprika, kayu manis, dan kulit buah dan sayuran.  5, makanan alkali Ketika cairan tubuh seseorang bersifat basa, maka dapat mengurangi penyerapan nikotin oleh perokok. Anda bisa makan lebih banyak makanan alkali seperti buah-buahan, sayuran dan kedelai untuk mengurangi penyerapan nikotin. Pada saat yang sama, makanan alkali ini juga dapat menstimulasi sekresi asam lambung dan meningkatkan pergerakan usus untuk menghindari gangguan pencernaan, kembung dan hiperlipidemia, yang lebih sering terjadi pada perokok.