Hubungan antara divertikulum duodenum parapapiler dan penyakit biliopankreas Metode Karakteristik PAD diamati secara mikroskopis dengan kolangiopankreatografi retrogradasi duodenoskopik (ERCP), dan hubungan antara PAD dan perkembangan penyakit biliopankreas dianalisis. Insiden batu empedu secara signifikan lebih tinggi pada pasien PAD dibandingkan kelompok non-PAD (P <0,001), dengan batu saluran empedu primer (P = 0,004) dan batu saluran empedu berulang setelah eksplorasi empedu (P = 0,022) lebih tinggi dibandingkan kelompok non-PAD. Kejadian batu saluran empedu secara statistik lebih tinggi secara signifikan pada kelompok PAD dibandingkan dengan kelompok non-PAD (P <0,001). Kesimpulan Divertikulum duodenum parapapiler dapat menjadi penyebab penyakit biliopankreas.