Kekurangan seng, atau defisiensi seng, adalah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya seng dalam tubuh dari berbagai penyebab. Seng adalah salah satu elemen penting dalam tubuh manusia dan secara luas terlibat dalam berbagai aktivitas metabolisme sebagai komponen dari banyak enzim. Manifestasi klinis defisiensi seng pada anak-anak meliputi berbagai gangguan fisiologis: pertumbuhan yang lambat, tertinggal dari teman sebaya, dan perawakan yang pendek. Anoreksia dan kehilangan nafsu makan yang tidak dapat dijelaskan. Makan berlebihan: menggigit kuku, makan kertas, makan kotoran, makan arang, dll. Berbagai ruam kulit: eksim yang menetap. Sariawan berulang, atau pengelupasan mukosa lidah yang mengelupas dalam bercak-bercak yang mengelupas dalam bentuk seperti peta. Kebotakan. Kelesuan mental, mengantuk, mudah lelah. Perkembangan seksual yang tertunda: perkembangan karakteristik seksual sekunder yang tidak sempurna, kekebalan tubuh yang rendah, kerentanan terhadap berbagai infeksi: pilek atau diare yang berulang, penyembuhan luka yang buruk jika terjadi trauma. Hiperaktif, reaksi yang lambat, konsentrasi yang buruk, prestasi akademik yang tidak stabil dan kemampuan belajar yang buruk. Perubahan suasana hati anak tinggi. Anak memiliki bintik-bintik putih pada kuku dan duri pada kulit di sekitar kuku. Penglihatan menurun, kesulitan melihat di malam hari, rabun jauh, rabun dekat, dan kornea keruh. Oleh karena itu, ketika anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas, misalnya, jika Anda menemukan bahwa anak Anda tidak suka makan untuk jangka waktu yang lebih lama, disarankan untuk mengunjungi rumah sakit secara teratur pada waktunya untuk memeriksa apakah ada kekurangan seng, dan jika dikonfirmasi, Anda harus mengikuti saran dokter dan mengobatinya tepat waktu.