Dapat dipahami bahwa banyak penderita diabetes tipe 2 yang kelebihan berat badan dan disarankan oleh ahli endokrinologi mereka untuk menurunkan berat badan. Tanpa penurunan berat badan secara aktif, pankreas akan tetap kelebihan beban sampai “kehabisan bensin”, di mana pada saat itu penurunan berat badan hanyalah patologi.
Benarkah prosedur pembedahan juga dapat mengobati diabetes?
Selain diet tradisional, olahraga teratur dan obat-obatan, diabetes tipe 2 juga dapat diobati dengan pembedahan. Ini bukan pertama kalinya banyak orang mendengar bahwa “pembedahan dapat mengobati diabetes tipe 2.” Cleveland Clinic yang terkenal di dunia menobatkan pembedahan untuk diabetes sebagai salah satu dari “10 Inovasi Medis Teratas” pada tahun 2013 dan sekali lagi pada tahun 2015. Pada tahun 2015, lagi-lagi dinobatkan sebagai salah satu dari “10 Inovasi Medis Teratas dalam Dekade Terakhir”.
Jenis utama pembedahan pengecilan lambung yang saat ini digunakan untuk mengobati diabetes, antara lain.
1. Gastrektomi lengan
Dengan mengangkat sebagian lambung, volume lambung dikurangi untuk mengontrol asupan makanan pasien, menyesuaikan mikrobiota dalam usus, menurunkan sekresi leptin dan mengurangi keinginan pasien untuk makan. Hal ini pada akhirnya mengurangi berat badan, mengurangi resistensi insulin dan memungkinkan gula darah kembali normal.
Operasi lambung lengan
2. Operasi bypass lambung
Prosedur ini memodifikasi struktur lambung dan mekanismenya adalah untuk mengontrol asupan makanan sekaligus mengurangi penyerapan di usus kecil, selain mempromosikan sekresi hormon seperti glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Yang terakhir ini menstimulasi sekresi dan regenerasi pulau kecil, sehingga membuat prosedur ini lebih efektif dalam memperbaiki diabetes tipe 2.
Operasi bypass lambung
Dapatkah semua pasien diabetes diobati dengan pembedahan?
Ada indikasi bedah yang ketat untuk prosedur ini, dan Pedoman Tiongkok untuk Perawatan Bedah Obesitas dan Diabetes, yang diterbitkan pada bulan November 2014, memiliki persyaratan yang ketat mengenai usia pasien, indeks massa tubuh, fungsi pulau kecil, dan indikasi lain untuk operasi diabetes.
Indikasi untuk operasi diabetes meliputi yang berikut ini.
1. Usia
Penderita diabetes yang belum berkembang sepenuhnya atau berusia di atas 65 tahun sebaiknya tidak menjalani pembedahan.
2. Indeks massa tubuh (BMI)
Indeks massa tubuh (BMI) (berat badan dibagi tinggi badan kuadrat) adalah indikator medis yang digunakan untuk mendefinisikan “obesitas” dan juga merupakan indikator referensi penting untuk operasi diabetes. Bila BMI ≥32,5, dianjurkan untuk melakukan pembedahan aktif; bila BMI 27,7-32,5, dianjurkan untuk melakukan pembedahan; dan bila BMI 25-27,5, kami menyarankan agar pembedahan dilakukan dengan hati-hati.
3. Fungsi pulau kecil
Durasi diabetes tipe 2 tidak boleh lebih dari 15 tahun, dan pankreas harus memiliki tingkat sekresi insulin tertentu, dan serum C-peptida puasa tidak boleh kurang dari setengah batas bawah normal. Tidak ada gunanya menjalani operasi jika pankreas tidak mampu ‘mengurus dirinya sendiri’ sama sekali.
Mengapa kita harus memenuhi begitu banyak persyaratan untuk menjalani operasi diabetes?
Karena hanya dengan mengikuti indikasi pembedahan secara ketat, kami dapat memastikan bahwa pasien akan menerima perawatan yang sebaik mungkin. Di mata dokter bedah, tujuan pembedahan adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup. Jika penilaian memprediksi bahwa pasien tidak akan mencapai hasil yang diinginkan, lebih baik tidak melakukan pembedahan.