Bagaimana IUD ditempatkan

IUD secara medis dikenal sebagai alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), dan umumnya ditemukan dalam bentuk AKDR tipe T tembaga dan AKDR tanpa stent yang mengandung tembaga, dll. Metode penempatannya adalah dengan membuka serviks sepenuhnya dan kemudian mendorongnya ke dalam rongga rahim dengan alat penempatan.
Sebelum memasang IUD, ukuran dan posisi rahim serta adneksa harus diperiksa dengan diagnosis ganda. Area vulvovaginal secara rutin didesinfeksi dan dibalut. Kemudian serviks dan saluran serviks disterilkan setelah serviks terpapar dengan menggunakan spekulum vagina, bibir anterior serviks dijepit dengan forsep serviks, dan pemeriksaan rahim digunakan untuk mendeteksi kedalaman rongga rahim sesuai dengan posisi rahim.
IUD didorong ke dalam rongga rahim dengan placer, dan tepi atas IUD harus mencapai bagian bawah rahim. Untuk IUD dengan filamen ekor, filamen ekor dipotong 2 cm dari lubang rahim. Forsep serviks dan spekulum vagina dilepas setelah tidak ada perdarahan dan pemasangan selesai.
Jika Anda ingin memasang IUD untuk tujuan kontrasepsi, disarankan agar Anda pergi ke fasilitas kesehatan biasa untuk diperiksa dan dioperasi oleh tenaga kesehatan profesional.