Nyeri kolon sigmoid dan nyeri perut dapat dibedakan berdasarkan lokasi nyeri, manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang medis. 1. Lokasi nyeri: nyeri pada nyeri kolon sigmoid biasanya teraba pada perut bagian kiri bawah. Nyeri perut umumnya didominasi oleh perut bagian atas, tetapi jika nyeri yang dirasakan sangat parah, dapat menimbulkan nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah atau punggung. 2. Manifestasi klinis: nyeri kolon sigmoid terutama dimanifestasikan sebagai nyeri perut bagian bawah, distensi abdomen, tinja berdarah mukopurulen, diare, konstipasi, dan gejala lainnya. Gejala utama nyeri perut adalah distensi lambung, mual, muntah, refluks asam lambung dan nyeri ulu hati. 3. Pemeriksaan penunjang medis: nyeri kolon sigmoid perlu diperiksa dengan melakukan kolonoskopi atau x-ray barium enema, nyeri perut perlu diperiksa dengan melakukan tes Helicobacter pylori atau tes napas karbon 13 atau karbon 14 dan gastroskopi. Jika pasien mengalami sakit perut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, setelah pemeriksaan yang jelas, di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan pengobatan.