Apa yang bisa menjadi penyebab nyeri lutut

Nyeri lutut dapat berupa osteofit, artritis traumatik, artritis patellofemoral, dll., dan penyebabnya harus diidentifikasi secara tepat waktu.
1. Osteomalasia: etiologi dan patogenesis osteomalasia sendi lutut masih belum jelas, dan mungkin terkait dengan usia, obesitas, trauma dan faktor genetik. Tidak ada ketidaknyamanan yang jelas pada tahap awal, tetapi seiring dengan perkembangan penyakit, pasien akan mengalami berbagai tingkat nyeri lutut, pembengkakan, aktivitas terbatas, dan gejala klinis lainnya.
2. Artritis traumatik: terutama disebabkan oleh berbagai penyebab trauma tulang rawan artikular, yang ditandai dengan degenerasi sekunder tulang rawan artikular dan osteofit. Pasien awal memiliki gejala ringan, setelah itu pasien akan mengalami gejala khas, seperti nyeri sendi, pembengkakan sendi, kekakuan sendi, dll. Pada kasus yang parah, hal itu akan menyebabkan nyeri sendi yang terus-menerus. Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan nyeri sendi yang menetap dan gangguan pergerakan.
3. Artritis patellofemoral: Secara umum diyakini sebagai faktor mekanis dan fisiologis, dan interaksi serta pengaruh berbagai faktor pada akhirnya menyebabkan terjadinya artritis patellofemoral. Dimulai dengan nyeri lutut, kekakuan dan ketidakfleksibelan lutut, diikuti dengan pembengkakan lutut, kelemahan dan pergerakan sendi yang terbatas.
Mungkin ada penyebab lain dari nyeri lutut, termasuk kondromalasia patela, patah tulang patela, tumor tulang di sekitar sendi lutut, sinovitis sendi lutut, artritis rematoid dan ligamentum kolateral lateral serta ruptur ligamentum cruciatum, dll. Beberapa pasien dengan nekrosis pada kepala femoralis juga mengalami gejala klinis nyeri lutut, sehingga disarankan agar pasien segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti, dan bila perlu, melakukan pengobatan yang tepat.