Sifilis dapat ditularkan melalui air liur, tetapi kemungkinannya rendah. Kemungkinan penularan sifilis melalui air liur sangat meningkat jika penderita sifilis dan orang yang bersentuhan dengan penderita memiliki luka di mulutnya.
Jika selaput lendir mulut penderita sifilis dan orang yang melakukan kontak dengan penderita masih utuh, sifilis umumnya tidak ditularkan melalui air liur, karena air liur mengandung spirochetes sifilis dalam jumlah yang rendah dan kemungkinan penularannya pun rendah. Jika mulut pasien sifilis pecah dan mengeluarkan darah, air liur pasien akan bercampur dengan darah yang mengandung lebih banyak spirochetes sifilis, dan kemungkinan penularannya akan meningkat pesat.
Cara utama penularan sifilis adalah melalui hubungan seksual, penularan dari ibu ke anak dan penularan melalui darah, dan kemungkinan penularan melalui air liur sangat kecil. Disarankan agar orang yang diduga menderita infeksi sifilis harus segera memeriksakan diri ke dokter, dan dokter akan memilih pengobatan yang tepat setelah mengklarifikasi kondisinya.