Iodofor umumnya mengacu pada larutan povidone-yodium. Perbedaan antara salep mupirocin dan larutan povidone-yodium terletak pada kemanjuran, penggunaan, kontraindikasi, tindakan pencegahan, dan reaksi yang merugikan.
1. Khasiat yang berbeda: Salep mupirocin dapat mengobati folikulitis, bisul, eksim, bisul, dan infeksi kulit sekunder lainnya yang disebabkan oleh infeksi kokus Gram positif. Dan larutan yodium povidone terutama digunakan untuk mendisinfeksi luka selaput lendir, area kecil desinfeksi kulit, atau bagian dari desinfeksi infeksi jamur kulit, luka bakar kecil, dermatitis septik, dan sebagainya.
2. Metode penggunaan yang berbeda: Salep mupirocin dapat dioleskan ke area yang terkena dan kemudian ditutup dengan balutan atau perban. Sedangkan penggunaan larutan povidone iodine dengan kapas yang dicelupkan dalam jumlah kecil, dioleskan pada desinfeksi lokal.
3. Kontraindikasi berbeda: bahan salep mupirocin yang alergi terhadap pengobatan obat dilarang. Larutan povidone-yodium dikontraindikasikan pada wanita hamil, wanita menyusui, dan mereka yang alergi terhadap bahan larutan povidone-yodium.
4. Tindakan pencegahan berbeda: Salep Mupirocin, larutan povidone-yodium termasuk obat luar, tidak dapat digunakan untuk penggunaan oral. Jika ada kemerahan, bengkak dan sensasi terbakar setelah menggunakan larutan povidone-yodium, hentikan penggunaan obat tepat waktu dan cuci area yang terkena.
5. Reaksi yang merugikan berbeda: salep mupirocin mungkin muncul gatal, sensasi terbakar, sensasi menyengat setelah digunakan. Sebaliknya, larutan povidone-yodium dapat menyebabkan iritasi sementara pada selaput lendir lokal setelah digunakan, tetapi iritasi dapat hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan pengobatan.
Disarankan agar obat ini dapat digunakan di bawah bimbingan dokter, dan tidak boleh digunakan untuk pengobatan tanpa izin.