Tinnitus dan tinnitus adalah dua penyakit yang berbeda, dan dampak kedua penyakit ini pada pasien juga berbeda. 1. Tinitus: Tinitus dapat disebabkan oleh lesi intrakranial, seperti: lesi yang menempati ruang intraserebral, malformasi pembuluh darah intrakranial, penyakit serebrovaskular, dll.; juga dapat disebabkan oleh tekanan mental yang berlebihan, seperti: terlalu banyak bekerja, dalam kondisi tekanan yang tinggi, tekanan mental yang berlebihan, dll.. 2. Tinnitus: Tinnitus biasanya dapat dirasakan dengan jelas sebagai suara dering yang tidak normal di telinga. Tinnitus sebagian besar disebabkan oleh penyakit telinga, seperti otitis media, denyut arteri di dekat telinga, penyumbatan saluran telinga, penyalahgunaan obat ototoksik, dll. Beberapa di antaranya mungkin juga terkait dengan penyakit neurologis. Baik itu tinnitus pada otak maupun tinnitus pada telinga, pasien dapat mengalami perbaikan gejala setelah pengobatan aktif, dan dalam beberapa kasus, gejala tersebut dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama tanpa mempengaruhi harapan hidup mereka. Disarankan agar pasien dengan gejala-gejala ini segera mencari pertolongan medis, serta mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang sesuai standar.