Apa yang salah dengan kram anus dan harus buang air besar setiap saat, dan obat apa yang harus saya minum?

Pembengkakan pada dubur dan selalu ingin buang air besar bisa jadi merupakan kanker rektum, disentri bakteri, penyakit radang panggul, dll. Pembedahan ditambah kemoterapi (jenis cisplatin), antibiotik (kuinolon, dll.), dan perawatan lainnya dapat dilakukan. 1. Kanker rektum dibagi menjadi kanker rektum bagian atas dan bawah dengan batas refleks peritoneum. Manifestasi klinis utamanya adalah tanda iritasi rektum (perasaan seperti ada yang mengganjal di anus sebelum buang air besar, sering buang air besar, perubahan kebiasaan buang air besar, dan lain-lain), darah dan lendir di permukaan feses, serta penipisan feses yang progresif. Pembedahan untuk mengangkat segmen usus yang terkena kanker dan obat kemoterapi seperti cisplatin sering kali diperlukan. 2. Disentri bakteri adalah penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh disentri basiler, dengan manifestasi klinis berupa sakit perut, diare, lendir, nanah, dan darah dalam tinja, serta gejala akut dan pasca akut (rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, ingin buang air besar, dan perasaan buang air besar tidak tuntas setelah buang air besar), yang sering kali disertai gejala sistemik seperti demam, dan lain-lain. Penyakit ini membutuhkan pengobatan antibiotik yang tepat waktu (ciprofloxacin dalam kelompok kuinolon, dll.), dan infus cairan untuk mengisi kembali air dan elektrolit sesuai dengan situasinya. 3. Penyakit radang panggul adalah peradangan yang disebabkan oleh jaringan dan organ tertentu di dalam panggul, yang sering kali disebabkan oleh infeksi pada sistem reproduksi. Manifestasi klinisnya meliputi rasa sakit dan bengkak di perut bagian bawah, keluarnya cairan abnormal dari saluran genital, dll. Hal ini dapat disertai dengan pembengkakan perianal dan mempengaruhi frekuensi buang air besar. Situasi ini membutuhkan pengobatan antibakteri yang tepat waktu, obat yang biasa digunakan adalah sefalosporin, kuinolon, dan sebagainya. Obat-obatan dan operasi di atas harus dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional. Jika situasi di atas terjadi, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang wajar dan standar.