Nefrostomi umumnya merujuk pada fistula pelvis ginjal. Komplikasi setelah nefrostomi meliputi perdarahan dan infeksi, yang dapat diobati dengan terapi hemostasis dan anti-infeksi.
1. Hemostasis: Setelah nefrostomi, ginjal dapat rusak dan terjadi perdarahan, yang dapat diobati dengan terapi hemostasis, termasuk hemaglutinin bisa ular dan obat lain.
2. Anti-infeksi: tujuan nefrostomi adalah untuk mengalirkan pelvis ginjal, meningkatkan fungsi ginjal, mengurangi pelvis ginjal dan infeksi parenkim ginjal, tetapi pelvis ginjal dapat berulang kali terinfeksi setelah operasi karena fistula, yang memengaruhi fungsi ginjal, dan infeksi pasca operasi dapat diobati dengan terapi anti-infeksi, dan obat-obatan termasuk piperasilin natrium sulfadiazin natrium, levofloksasin, dan sebagainya.
Pasien yang mengalami komplikasi setelah nefrostomi harus segera ke rumah sakit dan dirawat di bawah bimbingan dokter profesional. Obat harus digunakan sesuai dengan resep dokter, jangan mengobati sendiri.