Penyebab klinis yang mungkin dari mati rasa dan nyeri pada lidah termasuk iritasi fisik, peradangan lingual, neuralgia glossopharyngeal vagal, dan sebagainya.
1. Rangsangan fisik: beberapa orang secara teratur mengonsumsi makanan pedas dan merangsang, seperti cabai, lada, mustard, dll., yang dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir lidah, sehingga bermanifestasi sebagai mati rasa dan nyeri pada lidah. Situasi ini dapat diatasi dengan istirahat yang cukup setelah berhenti makan.
2. Radang lidah: kondisi ini mengacu pada peradangan yang terjadi di area lidah, yang berhubungan dengan kekurangan nutrisi, infeksi, trauma dan faktor lainnya, dengan manifestasi klinis seperti lidah mati rasa, bengkak, rasa sakit seperti terbakar dan sebagainya.
3. Neuralgia glossopharyngeal vagal: adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh rangsangan saraf glossopharyngeal, yang berhubungan dengan tumor dan infeksi di sekitar saraf, dan manifestasi klinisnya adalah rasa sakit paroksismal seperti luka, seperti jarum, seperti sengatan listrik di akar lidah.
Jika gejala mati rasa dan nyeri lidah terus berlanjut, disarankan untuk pergi ke departemen stomatologi rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang jelas.