Penderita epilepsi dapat makan lada dengan tepat. Di Cina, ada banyak pepatah yang mengatakan bahwa pasien epilepsi tidak boleh makan makanan yang dianggap memiliki efek “meningkatkan dan menyebarkan” dalam pengobatan tradisional Cina (misalnya, daging kambing, daging anjing, ayam jantan, bebek, bebek, ikan gurame, minuman keras, lada, cabai, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain), tetapi tidak ada dasar ilmiah untuk pepatah ini. Mekanisme epilepsi yang disebabkan oleh makanan mungkin terkait dengan interaksi antara makanan dan penyakit serta obat antiepilepsi. Oleh karena itu, tidak perlu membatasi diet tertentu secara berlebihan, dan penderita epilepsi dapat makan lada dengan tepat. Pasien epilepsi harus menghindari kegembiraan emosional yang berlebihan, konsumsi alkohol, dan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat menyebabkan kejang. Pasien epilepsi harus secara aktif mencari perawatan medis, mengikuti instruksi dokter untuk mengatur penggunaan obat, dan memperhatikan gaya hidup serta perubahan pola makan untuk mengurangi kejang.