Cara membaca laporan mamogram

USG payudara harus fokus pada keberadaan nodul payudara serta deskripsi dan klasifikasi nodul, kalsifikasi, dan tanda-tanda khusus untuk interpretasi yang komprehensif. USG payudara adalah tes pencitraan payudara yang paling sering digunakan dan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap jaringan dan benjolan payudara. Deskripsi benjolan payudara merupakan bagian yang sangat penting dalam pemeriksaan ini. Sebagian besar penyakit jinak dan ganas pada payudara bermanifestasi sebagai benjolan, yaitu nodul payudara. Bentuk, batas, dan ekogenisitas nodul relevan dengan penilaian jinak atau ganas benjolan tersebut, misalnya, ketidakteraturan, batas yang tidak jelas, dan hipoekoik merupakan tanda dugaan keganasan. Menurut penilaian risiko keganasan, benjolan dapat diklasifikasikan ke dalam 0-6 kategori. Kategori 0 adalah pemeriksaan tunggal, yang tidak dapat secara jelas menentukan bahwa ada benjolan payudara, dan perlu ditentukan dengan pemeriksaan lain, sementara umumnya 1-3 kategori lebih cenderung jinak, dan dapat ditindaklanjuti secara teratur, 4-5 kategori memiliki tingkat risiko keganasan tertentu, dan perlu dilakukan biopsi tusukan, dan 6 kategori didiagnosis keganasan dengan pemeriksaan histologis. Kalsifikasi yang lebih kasar biasanya bersifat jinak, sedangkan kalsifikasi yang lebih kecil, tidak teratur, dan bergerombol mungkin bersifat ganas. Tanda-tanda khusus seperti suplai darah, kondisi kulit, dan distorsi struktural sangat membantu dalam diagnosis awal lesi. Laporan USG perlu dianalisis dengan menggabungkan beberapa deskripsi, dan pemeriksaan pencitraan lainnya seperti mammogram perlu diinterpretasikan bersama jika tersedia. Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan laporan tersebut dan mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan dan analisis lebih lanjut.