Bila terdapat kelainan pada kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme, dapat menyebabkan detak jantung yang cepat. Namun, detak jantung yang cepat tidak selalu dipicu oleh masalah tiroid, tetapi juga dapat disebabkan oleh kegembiraan emosional, atau penyakit jantung koroner, hipokalaemia, dan penyakit lainnya, yang perlu diperiksa lebih lanjut. 1, faktor fisiologis: ketika tubuh manusia dalam keadaan kegembiraan yang berlebihan, itu akan menyebabkan peningkatan rangsangan simpatik dan sekresi adrenalin, yang akan menyebabkan tubuh manusia memiliki detak jantung yang cepat, berkeringat, bernapas cepat dan fenomena lainnya. 2, hipertiroidisme: kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid akan menyebabkan laju metabolisme basal tubuh meningkat, yang akan menyebabkan pasien tampak berdetak lebih cepat, panik, kehilangan berat badan, berkeringat, tremor tangan dan gejala tidak nyaman lainnya. 3, penyakit jantung koroner: penderita penyakit jantung koroner karena oklusi arteri koroner sampai batas tertentu, mengakibatkan sirkulasi darah yang buruk, memicu iskemia miokard, nekrosis dan fenomena lainnya. Dalam kasus yang serius, akan ada sesak dada, panik, peningkatan denyut jantung, nyeri dada, sesak napas dan manifestasi lainnya. 4, Hipokalaemia: ion kalium serum terlalu rendah untuk mempertahankan fungsi normal sel saraf dan otot, dan pasien akan mengalami gejala seperti sesak napas, peningkatan denyut jantung, dan fibrilasi atrium. Denyut jantung yang cepat menyarankan untuk mencari perawatan medis tepat waktu untuk membuat diagnosis yang jelas, agar tidak menyebabkan kondisi yang lebih parah.