Kemungkinan pemulihan dari penanaman kembali jari adalah sekitar 80% hingga 98%, tetapi kemungkinan pemulihan secara spesifik terkait dengan bagian jari yang cedera dan tingkat keparahan cedera. 1. Jika hanya ujung jari yang terputus, kemungkinan pemulihan setelah penanaman kembali mencapai 98%, karena saraf dan pembuluh darah yang terputus di ujung jari tidak terlalu rusak, dan kalaupun rusak, tingkat kerusakannya juga tidak terlalu serius, sehingga kemungkinan pemulihan setelah penanaman kembali jari yang terputus tepat waktu sangat tinggi. 2. Jika terjadi cedera tendon, kemungkinan sembuh sekitar 80%, karena cedera tendon lebih sulit diperbaiki, dan perkembangbiakan sel yang bersangkutan akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki, sehingga kemungkinan pemulihan reimplantasi jari akan sedikit berkurang. Secara keseluruhan, jika jari yang terputus terpelihara dengan baik, dan reimplantasi jari yang terputus dilakukan tepat waktu, kemungkinan pemulihan pasca operasi lebih tinggi. Sensasi jari dapat diperoleh kembali setelah tiga hingga enam bulan menjalani pelatihan rehabilitasi secara teratur. Secara umum, perlu diimobilisasi selama satu hingga dua bulan setelah operasi, dan pada saat yang sama, di bawah bimbingan dokter rehabilitasi, aktivitas aktif dapat dilakukan. Setelah jangka waktu tertentu, pasien dapat melakukan aktivitas rutin sehari-hari, termasuk mencuci muka dan tangan, lalu dapat mengambil barang, menggunakan sumpit untuk mengambil makanan, dan gerakan motorik halus lainnya. Setelah implantasi ulang, jari yang terputus perlu diimobilisasi dan dilatih, dan secara umum dapat dikembalikan ke tingkat normal sebelumnya, namun, jika cederanya serius dan saran dokter tidak diikuti setelah operasi, atau jika teknik gerakan yang salah dilakukan, efek pemulihannya mungkin buruk. Pelatihan rehabilitasi dini sangat penting untuk pemulihan fungsi jari yang terputus, jadi penting untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan melakukan pelatihan rutin.