Apa yang harus dilakukan ketika lansia lupa dan bingung

Kelupaan dan kebingungan pada lansia harus ditangani sesuai dengan penyebab penyakitnya. Untuk pasien dengan penyakit Alzheimer, obat untuk meningkatkan fungsi kognitif dan obat aktivasi sel otak dapat diberikan; untuk pasien dengan depresi, obat antidepresan dapat diberikan; untuk pasien dengan demensia serebrovaskular, obat aktivasi sel otak harus dikonsumsi secara oral sambil secara aktif melakukan pencegahan sekunder. 1. Penyakit Alzheimer: pada permulaan penyakit ini, akan timbul kelupaan dan kebingungan, yang dapat diberikan untuk meningkatkan kemampuan kognitif seperti donepezil dan cabazitaxel; dan meningkatkan daya ingat seperti olanzapine dan piracetam. 2. Depresi: pengobatan antidepresan harus diberikan sesuai resep dokter pada awal penyakit, dan obat yang representatif termasuk paroxetine, fluoxetine, dan sebagainya. 3. Demensia serebrovaskular: penyakit ini harus secara aktif diberikan pencegahan sekunder, seperti aspirin oral, clopidogrel, dan obat antiagregasi trombosit lainnya; mengonsumsi atorvastatin, resuvastatin, dan obat lain untuk menstabilkan plak; mengonsumsi olanzapine, fenpiracetam, dan obat lain untuk meningkatkan daya ingat. Kelupaan dan kebingungan pada lansia juga dapat disebabkan oleh alasan lain, dan dianjurkan untuk mencari perawatan medis yang tepat waktu di bawah panduan wawancara dokter. Semua obat harus digunakan di bawah bimbingan dokter.