Mati rasa pada tangan dapat berkaitan dengan kebiasaan hidup, faktor lingkungan, faktor obat, dan faktor penyakit.
1. Kebiasaan hidup: mempertahankan gerakan atau tekanan yang sama pada lengan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kompresi saraf atau aliran darah lokal yang buruk, sehingga memicu mati rasa atau kesemutan jangka pendek di tangan.
2. Faktor lingkungan: suhu lingkungan yang terlalu rendah, tidak melakukan tindakan penghangatan dengan baik dapat menyebabkan tangan mati rasa.
3. Faktor obat: beberapa obat kemoterapi seperti vinkristin, colchicine, paclitaxel, doxorubicin, beberapa antibiotik seperti antibiotik aminoglikosida, beberapa obat anti-tuberkulosis seperti isoniazid dan obat neurotoksisitas lainnya, dapat menyebabkan tangan mati rasa.
4. Faktor penyakit:
(1) Lesi otak dan sistem saraf yang melibatkan saraf yang berhubungan dengan tangan: spondilosis serviks, sindrom Guillain-Barre, sindrom paraneoplastik neurologis, neuropati perifer, infark otak, dan sebagainya.
(2) Cedera saraf yang berhubungan dengan tangan karena trauma atau penggunaan yang berlebihan: cedera pleksus brakialis, sindrom terowongan karpal, sindrom terowongan siku, radang dingin, dan sebagainya.
(3) Penyakit atau penyebab sistemik lain yang melibatkan saraf lengan: alkoholisme jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan, alkoholisme kronis yang menyebabkan mati rasa pada tangan; kista ganglion; tumor ganas; kekurangan vitamin B12; mati rasa pada tangan yang disebabkan oleh keracunan tertentu.
Ada banyak penyebab tangan mati rasa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, di bawah bimbingan dokter untuk mengidentifikasi penyebab penyakit, pengobatan yang ditargetkan.