Sering tersedak saat makan mungkin terkait dengan kebiasaan makan yang tidak terbentuk, kerusakan saraf laring, kerusakan saraf pusat, dll. Tersedak berulang kali disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk konsultasi tepat waktu.
Makan melibatkan serangkaian refleks neurologis yang kompleks, dan kelainan pada refleks tersebut dapat menyebabkan tersedak dan batuk saat makan. Untuk anak-anak yang lebih kecil, seperti bayi, yang belum terampil dalam kegiatan makan dan mungkin tersedak saat makan, disarankan agar bayi dan anak kecil mencoba membuat makanan seperti makanan pendamping ASI menjadi bubur untuk memudahkan menelan makanan.
Selain itu, karena operasi atau trauma pada faring, kerusakan pada jaringan saraf saraf laring yang berulang menyebabkan hilangnya sensasi pada selaput lendir faring, yang dapat dengan mudah menyebabkan tersedak saat makan atau minum. Selain itu, orang dengan perdarahan intrakranial dan cerebral palsy juga rentan tersedak dan batuk saat makan, dan bahkan dapat menderita pneumonia karena kerusakan pada pusat-pusat yang lebih tinggi dan melemahnya kemampuan untuk mengatur makan dan perilaku lainnya.
Jika terjadi kerusakan saraf laring yang berulang, kerusakan fungsi pusat, atau pneumonia aspirasi, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.