Apa yang dimaksud dengan penyakit hemolitik?

Penyakit hemolitik, juga dikenal sebagai penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, adalah hemolisis imun homozigot yang disebabkan oleh ketidakcocokan antara golongan darah ibu dan bayi, dan hanya terlihat pada periode janin dan neonatal. Biasanya terdapat hemolisis ABO dan hemolisis RH. Ketika antigen golongan darah yang dimiliki oleh sel darah merah janin kurang pada ibu, sel darah merah janin memasuki sirkulasi ibu melalui plasenta, yang dapat menyebabkan ibu memproduksi antibodi yang sesuai dengan antigen sel darah merah janin, dan antibodi akan diedarkan ke janin melalui plasenta, yang akan bekerja pada sel darah merah janin untuk membuatnya peka dan menyebabkan hemolisis. 1. Hemolisis ABO: umumnya terjadi bila ibu bergolongan darah O dan janin bergolongan darah A atau B, serta ibu dan anak memiliki golongan darah yang tidak cocok. Ketidakcocokan golongan darah jenis ini adalah yang paling umum. 40%~50% penyakit hemolitik ABO terjadi pada anak pertama, alasannya adalah: ibu tipe O pada anak pertama sebelum hamil, telah mengalami rangsangan zat golongan darah A atau B alami (tanaman tertentu, parasit, toksin tetanus dan difteri, dll.), produksi antibodi anti A atau anti B. 2. Ketidakcocokan golongan darah Rh: yaitu ibu dengan Rh-negatif dan anak dengan Rh-positif, ketidakcocokan golongan darah Rh menyebabkan hemolisis janin dalam kandungan. Namun hal ini sering terjadi pada kehamilan kedua. Hal ini disebabkan karena tidak ada golongan darah Rh di alam dan antibodi Rh hanya dapat diproduksi oleh stimulasi sel darah merah manusia dengan antigen Rh. Disarankan bahwa setelah diagnosis hemolisis pada bayi dikonfirmasi, ia harus dirawat secara aktif dan setiap kelainan harus segera ditangani oleh dokter untuk menghindari penundaan.