Kanker paru biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, dan gejala yang sesuai, seperti batuk, dahak berdarah, dan sesak dada, baru akan muncul setelah penyakit ini berkembang ke tahap tertentu. Kanker paru, juga dikenal sebagai kanker bronkopulmonalis primer, mengacu pada tumor ganas yang berasal dari epitel mukosa bronkus atau epitel alveolar. Kanker paru stadium awal biasanya tidak memiliki gejala dan sebagian besar terdeteksi saat pemeriksaan rontgen dada atau CT dada dilakukan. Seiring dengan perkembangan sel tumor, pasien secara bertahap mengalami batuk, dahak berdarah, nyeri dada, demam dan sesak napas. Batuk adalah gejala umum kanker paru, dan batuk yang menjengkelkan sering terjadi ketika kanker tumbuh di saluran bronkial yang lebih besar. Ketika kanker terus tumbuh dan menghalangi saluran bronkial, akibat infeksi paru-paru, volume dahak yang meningkat dan dahak bernanah dapat muncul. Dahak berdarah sering terjadi pada kanker paru sentral, yang biasanya berupa dahak dengan bercak darah, filamen darah atau hemoptisis dalam jumlah kecil yang terputus-putus, sementara hemoptisis masif jarang terjadi. Deteksi dini dan pengobatan dini kanker paru adalah kunci untuk meningkatkan tingkat kesembuhan. Skrining rutin harus dilakukan untuk kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki riwayat merokok, riwayat tumor ganas, dan riwayat kanker paru dalam keluarga.