Apakah pembesaran prostat dapat menyebabkan sembelit?

Umumnya, pembesaran prostat tidak menyebabkan konstipasi. Hiperplasia prostat adalah penyakit jinak yang umum terjadi akibat hiperplasia pada zona migrasi di sekitar uretra kelenjar prostat, dengan penuaan dan fungsi testis sebagai penyebab utamanya. Manifestasi klinis utamanya adalah sering buang air kecil, disuria, dan retensi urin. Biasanya tidak memengaruhi fungsi buang air besar dan tidak menyebabkan gejala sembelit. Hiperplasia prostat diobati dengan pengobatan dan pembedahan. Obat-obatan termasuk penghambat reseptor alfa (misalnya terazosin, dll.), penghambat 5 alfa reduktase (misalnya finasteride, dll.), dan sebagainya. Pembedahan meliputi reseksi transuretra prostat, pembedahan terbuka, kateterisasi, atau sistostomi. Perlu diperhatikan bahwa jika pembesaran prostat berukuran besar, mungkin akan terjadi tekanan pada rektum, dan ada kemungkinan dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, bagi orang yang menderita pembesaran prostat, disarankan untuk mencari konsultasi dini dan pengobatan tepat waktu.