Pasien hiperurisemia tidak boleh makan makanan laut, jeroan hewan, kaldu dan makanan tinggi purin lainnya. Hiperurisemia adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh metabolisme purin yang tidak normal, biasanya tanpa gejala yang jelas, tetapi 5% hingga 12% pasien dengan hiperurisemia dapat berkembang menjadi asam urat dan menyebabkan nyeri sendi yang parah, pembengkakan sendi, dan gejala lainnya. Pasien dengan hiperurisemia harus memiliki manajemen diet yang ketat, menghindari jeroan hewan seperti hati dan ginjal, makanan laut seperti tiram dan lobster, dan kaldu daging seperti sup daging babi dan sup daging kambing serta makanan tinggi purin lainnya. Pasien hiperurisemia juga harus memperhatikan waktu makan, porsi makan yang kecil, dan mengontrol total kalori dalam makanan, serta menghindari alkohol dan merokok. Pasien dengan hiperurisemia disarankan untuk pergi ke departemen endokrinologi atau reumatologi di rumah sakit umum untuk mendapatkan nasihat diet profesional.