Transfer Embrio Segar Pemeriksaan USG perdarahan 28 hari menunjukkan bahwa perkembangan embrio yang normal dapat dipertahankan secara aktif, tetapi bila kehilangan embrio tidak perlu dipertahankan. Transfer embrio segar adalah metode fertilisasi in vitro-teknik transfer embrio, yang merupakan teknologi reproduksi berbantuan dan perlu dioperasikan oleh dokter profesional. Bila terjadi perdarahan hebat selama 28 hari setelah transfer embrio segar, diperlukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), dan bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa embrio berkembang secara normal, serta kadar progesteron dan hCG (human chorionic gonadotropin) dalam darah meningkat, maka diperlukan perawatan pelestarian kesuburan secara aktif. Namun, ketika ada lebih banyak perdarahan vagina setelah pemindahan dan USG menunjukkan bahwa embrio kurang berkembang atau telah hilang, dan kadar progesteron dan hCG darah rendah, tidak perlu melakukan pengawetan janin, dan kehamilan dapat diakhiri tepat waktu sesuai dengan instruksi dokter, dan rahim perlu dibersihkan jika perlu. Ketika transfer embrio segar 28 hari perdarahan harus pergi ke rumah sakit tepat waktu, dan memberikan perawatan yang tepat tepat waktu.