Nyeri tekan pada area betis dibagi menjadi nyeri fisiologis dan nyeri patologis, dimana nyeri patologis meliputi memar/keseleo jaringan lunak tungkai bawah, osteoartritis, trombosis vena dalam tungkai bawah, dsb. Penanganannya meliputi pemijatan, akupunktur, pengobatan, dan pembedahan. 1. Nyeri fisiologis: seperti setelah berolahraga berat, akibat penumpukan asam laktat yang disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada daerah betis, umumnya dengan istirahat, atau pijat dan cara lainnya dapat hilang. 2. Nyeri patologis (1) Memar/keseleo jaringan lunak tungkai bawah: obat luar seperti minyak safflower dapat digunakan, bersama dengan obat oral seperti piroksikam. (2) Osteoartritis: obat-obatan seperti obat anti-inflamasi dan analgesik (misalnya indometasin, dll.), obat hormonal (misalnya prednisolon, dll.), dan obat-obatan tradisional Tiongkok (misalnya lei gong teng, dll.) dapat digunakan. Pada saat yang sama, akupunktur, pijat dan akupresur dapat digunakan untuk meringankan gejalanya. (3) Trombosis vena dalam ekstremitas bawah: pertama-tama, terapi trombolitik, obat yang umum digunakan seperti urokinase. Untuk pasien dengan indikasi pembedahan, perawatan bedah dapat dilakukan, seperti operasi pengangkatan trombus dan pencangkokan pengalihan vena safena. Selain penyakit-penyakit di atas, memar jaringan lunak pada betis juga dapat menyebabkan rasa sakit pada tekanan di area betis, yang dapat diobati dengan fisioterapi dan obat-obatan (misalnya piroksikam). Jika gejala-gejala di atas terjadi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk mengetahui penyebab penyakit dan melakukan perawatan rutin. Semua obat di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter atau apoteker, hindari pengobatan sendiri.