Pasien radang sendi harus menghindari atau mengurangi kegiatan berlari, melompat, jongkok, menaiki tangga dan kegiatan lain yang meningkatkan beban pada sendi.
Berlari akan menambah beban pada sendi dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan tulang rawan yang sudah rusak pada sendi lutut, yang dapat memperparah kondisi. Selama periode stabilisasi, pasien dapat melakukan beberapa latihan dengan beban sendi yang lebih ringan.
1. Periode aktif akut artritis: ketika nyeri hebat terjadi, pasien sebaiknya beristirahat dan mengistirahatkan bagian sendi. Setelah gejala berkurang dan kondisi stabil, olahraga dapat dilakukan sesuai resep dokter.
2. Masa pemulihan radang sendi: batasnya adalah tidak menimbulkan rasa sakit. Latihan mobilitas sendi, latihan kekuatan otot dan latihan lainnya dapat dilakukan dengan bantuan terapis rehabilitasi. Selain berenang, bersepeda, peregangan seluruh tubuh dan latihan lainnya, frekuensi latihan tidak boleh terlalu banyak, 2 ~ 3 kali seminggu bisa.
Dianjurkan agar pasien dengan artritis berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu, di bawah bimbingan dokter profesional untuk pengobatan, untuk mengembangkan program latihan individual. Gejala nyeri saat berolahraga harus segera diketahui untuk menghindari penundaan kondisi.